FAQ

Yang sering ditanyakan tentang Property :

Apa saja dokumen yang diperlukan untuk pengajuan KPR?

Biasa ada perbedaan kelengkapan tergantung profesi sebagai berikut :

Dokumen syarat KPR pemohon (jika karyawan) :

1. Fotokopi KTP pemohon (suami-istri)
2. Fotokopi NPWP suami-istri (minimal salah satu) dan SPT Tahunan (jika ada)
3. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
4. Fotokopi Akte Nikah (bila sudah menikah)
5. Fotokopi rekening tabungan 3 bulan terakhir
6. Fotokopi slip gaji 3 bulan terakhir atau Surat Keterangan (SK) penghasilan
7. Fotokopi SK kerja terbaru (beberapa bank butuh asli. Siapkan asli x2) atau fotokopi SK pengangkatan pegawai permanen berisi nama lengkap, jabatan di kantor, tanggal bergabung di perusahaan (kalau durasi kerja di sana kurang dari 1 tahun, lampirkan keterangan tempat bekerja sebelumnya)

Dokumen syarat KPR pemohon (jika pengusaha) :

1. Fotokopi KTP pemohon (suami-istri)
2. Fotokopi NPWP suami-istri (minimal salah satu) dan SPT Tahunan (jika ada)
3. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
4. Fotokopi Akte Nikah (bila sudah menikah)
5. Fotokopi rekening tabungan 3 bulan terakhir
6. Fotokopi rekening perusahaan 3 bulan terakhir (yang menunjukkan omzet usaha)
7. Fotokopi laporan keuangan minimal 3 bulan terakhir
8. Fotokopi SIUP, TDP, NPWP perusahaan, surat keterangan domisili usaha
9. Fotokopi akta pendirian perusahaan beserta perubahannya
10. Akta Pengesahan Menkeh (Menteri Hukum dan HAM)

Dokumen syarat KPR pemohon (jika professional) :

1. Fotokopi KTP pemohon (suami-istri)
2. Fotokopi NPWP suami-istri (minimal salah satu) dan SPT Tahunan (jika ada)
3. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
4. Fotokopi Akte Nikah (bila sudah menikah)
5. Fotokopi rekening tabungan 3 bulan terakhir
6. Fotokopi rekening perusahaan 3 bulan terakhir (yang menunjukkan omzet usaha)
7. Fotokopi laporan keuangan min 3 bulan terakhir
8. Fotokopi NPWP badan (jika ada)
9. Fotokopi ijin praktek
10. Daftar client / PO / SPK 6 bulan terakhir

Apakah manfaat kita menggunakan jasa agen property?

Berikut ini kami ungkapkan alasannya.

Berikut ini kami ungkapkan alasannya.

  1. Menghindari kontak langsung

Dengan menggunakan jasa agen properti, Anda tidak perlu berhubungan langsung dengan calon pembeli. Yang artinya, Anda tidak perlu menyebar data pribadi Anda seperti nomor telepon.

penjualan dan berhubungan dengan calon pembeli akan dilakukan oleh agen. Anda tidak perlu menjawab banyak pertanyaan dari calon pembeli. Dengan begitu, waktu Anda tidak akan banyak terbuang dan privasi Anda terjaga.

2. Jaringan dan Strategi Pemasaran

Tentu broker atau agen properti memiliki jaringan yang luas. Ia tentu bisa menghubungi orang-orang yang ada di jaringannya untuk mempercepat proses penjualan.

Banyak calon pembeli yang hanya menitipkan kriteria rumah yang ia cari kepada broker. Jika rumah Anda ternyata sesuai dengan permintaan calon pembeli, broker akan langsung menghubungi orang tersebut.

Tidak hanya itu, agen properti pada umumnya punya strategi dalam memasarkan rumah.

3. Pilihan yang beragam bagi calon pembeli

Bagi Anda yang ingin membeli rumah, menghubungi agen properti adalah tindakan yang sangat tepat. Ia akan memberikan banyak pilihan kepada Anda. Sedangkan jika mencari sendiri, Anda tidak mendapatkan banyak pilihan.

Dan yang lebih penting menghubungi dan meminta property listing juga tidak dikenakan biaya. Anda tidak akan dirugikan saat menghubungi agen properti. Bahkan, komisi untuk agen tidak akan dilimpahkan ke pembeli, melainkan ke penjual.

Bagaimana cara dan tips membeli rumah untuk pertama kalinya?

Anda pasti bersemangat saat akan membeli rumah untuk pertama kalinya.

 

Anda pasti bersemangat saat akan membeli rumah untuk pertama kalinya.

Yang terbayang adalah memiliki rumah sendiri, selekasnya ditata dan diisi perabotan sesuka hati, sehingga Anda puntak sabar segera memiliki rumah barunya di pinggiran kota.

Namun, ada baiknya Anda memperhatikan syarat-syarat pembelian rumah dan kondisi rumah itu sendiri sebelum memutuskan membeli rumah.

Karena kelak, rumah yang Anda beli adalah salah satu bentuk investasi Anda di masa depan sehingga jangan sampai merasa rugi di belakang hari.

Sebagai pertimbangan, berikut hal-hal perlu Anda perhatikan sebelum membeli rumah:

1. Bagaimana track record Anda?

Pinjam uang di bank memang masih merupakan cara mendapatkan rumah impian.Hanya, cara ini tidak akan pernah terwujud jika nama Anda telah “dicoret” dari daftar calon peminjam oleh salah satu bank tempat Anda pernah meminjam dana sebelumnya. Sebutlah, hal itu disebabkan Anda punya record tidak bagus dalam menyelesaikan utang kartu kredit atau kredit tanpa agunan, misalnya.

Perlu Anda ketahui, setiap bank kerap akan mem-forward laporan mengenai perilaku buruk nasabahnya pada bank-bank lainnya karena ada semacam bentuk jaringan di antara mereka sehingga Anda sulit melakukan pinjaman atau kredit lagi di kemudian hari.

Untuk itu, sebelum menjemput rumah impian, pastikan tak ada informasi yang salah tentang alur pinjaman kredit Anda, atau tak ada kekeliruan nilai kredit. Contohnya, nilai pinjaman Anda sudah mencapai limit sehingga tidak mungkin meminjam dana lagi. Selain itu, jika benar terjadi kekeliruan, pastikan Anda segera menyelesaikannya agar bisa dengan mudah mengajukan pinjaman lagi.

2. Jangan ragu berkonsultasi

Tanyakan pada siapa pun, baik teman atau saudara Anda yang pernah menggunakan jasa peminjaman. Ajak mereka berbagi pengalaman dan bisa mereferensikan Anda pada bank yang memang punya kredibilitas.

Namun demikian, Anda juga mempunyai tugas untuk memeriksa dan membandingkan beberapa penawaran dari para pemberi pinjaman itu. Anda tak perlu khawatir, karena pinjaman Anda tidak akan ditolak jika semua persyaratan telah disetujui.

3. Beli saat harga masih rendah

Beberapa perumahan memang menetapkan harga rumah yang selangit karena infrastrukturnya sudah lengkap. Pembangunan jalan tol, misalnya, bisa membuat harga rumah naik 50 persen.

Karena itu, jika ada rencana pembangunan jalan tol di kawasan perumahan yang Anda cari, jangan ragu membeli rumah tersebut sebelum harganya melambung naik. Namun demikian, perlu dipastikan juga bahwa Anda memilih area yang aman dari urusan pembebasan tanah.

4. Beli saat bunga rata-rata masih cukup normal

Ada saatnya suku bunga pinjaman jatuh atau malah turun. Kiranya, ini adalah pertanda bagi Anda untuk segera berinvestasi di dunia properti. Cepat, beli rumah pilihan Anda.

5. Pastikan dana Anda cukup

Uang muka atau tanda jadi tentu harus dilunaskan. Punya tabungan minimal 20 persen dari harga rumah yang akan Anda beli, begitulah idealnya.

6. Alokasikan biaya tambahan 

Tak cukup hanya memikirkan tanda jadi dan uang maka, karena Anda juga harus menyiapkan anggaran lainnya, terutama dana asuransi, pajak, dan juga biaya konsultasi atau administrasi. Jumlah ini harus dianggarkan sebagai pembayaran tambahan setiap bulan, selain jumlah yang harus Anda bayarkan untuk angsuran rumah. Jangan lupa, siapkan juga dana perbaikan dan perawatan rumah.

7. Jeli dengan penawaran rumah

Hati-hati menilai rumah yang akan dibeli. Bisa jadi, rumah yang dijual saat ini berstatus rumah sitaan. Untuk itu, cari tahu latar belakang calon rumah yang akan Anda beli. Siapkan sedikit uang untuk menyewa ahli yang bisa menilai dan mencari tahu seputar reputasi rumah (status hukum). Ini mutlak diperlukan agar Anda punya banyak masukan termasuk tentang jumlah uang yang dibutuhkan untuk perbaikan rumah.

8. Jangan mudah tergiur penawaran yang pendek

Anda memang harus hati-hati soal hal ini. Karena, boleh jadi, rumah tersebut belum memiliki sertifikat hak milik, atau tanahnya masih tanah girik. Atau, tanah tersebut masih menjadi sengketa sehingga jangan heran jika rumah seperti ini menawarkan harga lebih murah, namun prosesnya akan berbelit-belit dan panjang.

Nah, sudah siap berburu rumah?

sumber :

http://bali.tribunnews.com/2016/01/25/anda-ingin-kredit-rumah-tapi-pernah-di-blacklist-bank-baca-tips-berikut-ini

Apakah peranan seorang broker dalam transaksi property?

Seorang broker properti seyogyanya memberikan manfaat kepada pihak yang terlibat dalam transaksi.

Seorang broker properti seyogyanya memberikan manfaat kepada pihak yang terlibat dalam transaksi.

Bagi penjual, seorang broker properti berperan dalam mempersiapkan propertinya. Baik dari segi persiapan legalitas maupun persiapan fisiknya.

Dalam proses penjualanpun peran seorang broker amat membantu pemilik properti, karena dengan adanya bantuan dari broker, si penjual tidak perlu setiap saat melayani pembeli.

Dengan demikian pemilik properti dapat terus melakukan aktivitasnya sehingga dia bisa menghemat waktu dan tenaga.

Enaknya lagi si pemilik properti tidak perlu mengeluarkan uang sedikitpun untuk beriklan karena semua sudah dilakukan oleh broker sehingga dia juga bisa menghemat biaya.

Selanjutnya dia hanya menunggu laporan dari broker tentang perkembangan penjualan propertinya.

Ketika si broker berhasil mendapatkan pembeli maka itulah saatnya penjual datang ke kantor Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk menandatangani akta jual beli.  

Demikian juga bagi pembeli, kehadiran seorang broker properti juga sangat membantu mereka dalam mencari properti idaman mereka.

Pembeli tinggal menyebutkan kriteria properti yang mereka butuhkan seperti karakteristik lokasi, luas tanah, kebutuhan ruang, bujet dan sebagainya.

Selanjutnya brokerlah yang mencari properti sesuai kriteria dan pembeli tinggal memilihnya.

Pekerjaan broker selanjutnya adalah menemani pembeli melihat beberapa lokasi sampai ditemukan properti yang cocok.

Jika sudah ketemu properti yang cocok proses berlanjut mempersiapkan transaksi di kantor Notaris/PPAT.

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah seorang broker harus melindungi pembeli dengan cara hanya menawarkan properti yang aman secara legalitas dan fisik sehingga tidak ada potensi masalah di kemudian hari.

Seorang broker harus memastikan properti tersebut aman legalitasnya dengan cara melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum menawarkan ke pembeli.

Jadi tidak sekedar menawarkan properti dan berharap menerima komisi. Sedangkan secara fisik, properti yang ditawarkan kepada pembeli harus aman dan nyaman dan terhindar dari kondisi yang kurang mengenakkan seperti bebas banjir dan lain-lain.